Savyavasa, sebuah proyek hunian mewah berkelanjutan di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, baru saja meluncurkan dua instalasi seni mengagumkan karya seniman terkemuka Indonesia, Teguh Ostenrik. Kehadiran karya-karya ini bukan sekadar elemen estetika, tetapi juga merupakan bagian integral dari pengalaman hunian yang menyatukan seni, alam, dan filosofi desain berkelanjutan.
Dalam konteks hunian modern, integrasi antara seni dan lingkungan menjadi semakin penting. Terlebih lagi, dua instalasi berjudul Song of the Flow dan Dance with the Wind ini mencerminkan komitmen Savyavasa terhadap keberlanjutan dan keberagaman budaya Indonesia.
Dengan sentuhan seni dan desain yang cermat, Savyavasa mengajak para penghuninya untuk menikmati harmoni antara kehidupan urban dan alam. Karya Teguh Ostenrik memperkuat identitas proyek ini sebagai simbol kemewahan yang berkelanjutan dan responsif terhadap lingkungan.
Kolaborasi Antara Seni dan Hunian di Jakarta Selatan
Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara dua entitas ternama dalam sektor real estate, sehingga menciptakan kombinasi unik antara seni dan arsitektur. Teguh Ostenrik, seniman yang memiliki pengalaman mendalam dalam isu lingkungan, menjadi pilihan yang tepat untuk menghadirkan karya-karya ini.
Teguh dikenal sebagai seniman yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dalam setiap karyanya. Dengan mendirikan Yayasan Terumbu Rupa, ia telah berkontribusi untuk memulihkan terumbu karang melalui seni patung.
Dengan latar belakang pendidikan di Hochschule der Künste (UdK) Berlin, Teguh berhasil memadukan teknik Eropa dengan nilai-nilai lokal. Dalam dua karya ini, ia berhasil menciptakan bentuk yang tak hanya estetis, tetapi juga mengajak publik untuk merenungkan pentingnya menjaga alam.
Karya Seni yang Menyatu dengan Alam dan Arsitektur
Instalasi Song of the Flow yang ditempatkan di Tower 1, memiliki desain berupa pita logam setinggi lima meter. Bentuknya yang halus melambangkan aliran yang tenang, menangkap cahaya berbeda sepanjang hari.
Permukaan patung ini berhasil memantulkan warna-warna yang harmonis, menjadikan karya ini sebagai bagian yang indah dari lanskap hijau dan biru Savyavasa. Hal ini menciptakan suasana hangat yang berintegrasi dengan lingkungan sekitarnya.
Sementara itu, Dance with the Wind di Tower 2 terdiri dari tiga bidang logam yang melengkung, menciptakan ilusi kain yang tertiup angin. Komposisi ini tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mengundang pengunjung untuk berinteraksi dan menjelajahi ritme yang berbeda.
Visi Keberlanjutan dan Inovasi di Savyavasa
Dalam pernyataannya, Chandra Asali, Director JSI Group, menekankan bahwa visi mereka adalah meningkatkan kualitas hidup perkotaan secara seimbang dengan tanggung jawab terhadap lingkungan. Hal ini sejalan dengan kolaborasi antara JSI Group dan Teguh Ostenrik.
Sophie Watson-Swingewood, Vice President Director di Swire Properties Indonesia, menambahkan bahwa Savyavasa adalah representasi dari kemewahan yang bermakna. Proyek ini menawarkan ruang hijau, privasi, dan craftsmanship Indonesia, yang diharapkan dapat memperkaya pengalaman sehari-hari para penghuninya.
Teguh Ostenrik sendiri menganggap seni sebagai jembatan antara tradisi dan modernitas. Ia ingin menciptakan bentuk yang mengundang tafsir dan interpretasi, menjadikan karya-karyanya bernyawa dalam setiap konteks yang ada.

