PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mencatatkan prestasi yang signifikan dengan total volume pengguna KRL Commuter Line mencapai 400,99 juta orang pada tahun 2025. Pencapaian ini menunjukkan adanya peningkatan yang menggembirakan sebesar 7,08 persen dibandingkan tahun sebelumnya, di mana jumlah pengguna tercatat sebanyak 374,48 juta orang.
Direktur Utama KAI Commuter, Purnomo Sidi, mengungkapkan bahwa pertumbuhan jumlah pengguna tidak hanya terjadi di satu lokasi, melainkan di seluruh area layanan yang diberikan. Di wilayah Jabodetabek, tercatat sebanyak 349,31 juta penumpang, menyoroti tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi ini.
Di luar Jabodetabek, Area 1 Merak melayani 4,46 juta orang, sedangkan Commuter Line Basoetta melayani 2,34 juta orang. Angka ini mencerminkan potensi besar yang dimiliki oleh moda transportasi kereta di berbagai wilayah Indonesia.
Dengan demikian, KCI berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan. “Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi penguatan konektivitas transportasi,” kata Purnomo dalam keterangan tertulisnya baru-baru ini.
Peningkatan Mobilitas dan Perjalanan Harian
KAI Commuter mengoperasikan total 1.294 perjalanan setiap harinya untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat. Dengan rincian 1.065 perjalanan di Jabodetabek, sisanya tersebar di berbagai area seperti Merak, Basoetta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.
Di Area Merak, terdapat 14 perjalanan yang beroperasi, sedangkan Commuter Line Basoetta memiliki 70 perjalanan. Area II Bandung mengoperasikan 58 perjalanan, sedangkan Yogyakarta dan Surabaya masing-masing mengoperasikan 37 dan 50 perjalanan setiap harinya.
Melihat dari data tersebut, tampak jelas bahwa konsistensi dalam jadwal perjalanan menjadi hal yang krusial untuk menjaga kepuasan penumpang. KAI Commuter berupaya semaksimal mungkin agar setiap penumpang bisa merasakan pelayanan yang optimal.
Kinerja Ketepatan Waktu yang Mengagumkan
Tingkat ketepatan waktu atau On Time Performance (OTP) KAI Commuter di tahun 2025 memperoleh catatan yang konsisten. Angka ketepatan keberangkatan tercatat mencapai 99,3 persen, sedangkan ketepatan kedatangan berada pada angka 98,8 persen.
Hal ini mencerminkan komitmen KAI Commuter dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna. Di wilayah Jabodetabek, Bogor Line menjadi rute terpopuler dengan total mobilisasi sebanyak 153,53 juta penumpang, diikuti oleh Cikarang Line dengan 85,93 juta penumpang.
Stasiun Manggarai tersedia sebagai stasiun transit terpadat dengan total pengguna mencapai 57,51 juta orang. Disusul dengan Stasiun Tanah Abang yang melayani 44,06 juta orang, menunjukkan betapa central-nya peran stasiun-stasiun ini dalam jaringan transportasi di Jakarta.
Strategi Peningkatan Layanan di Masa Depan
KAI Commuter berencana untuk terus mengembangkan inovasi dan peningkatan layanan demi kenyamanan pengguna. Ini mencakup peningkatan infrastruktur dan teknologi untuk memastikan perjalanan yang lebih aman dan nyaman.
Dalam hal ini, tim KAI Commuter juga berupaya untuk merespons masukan dari pengguna terkait pelayanan yang diberikan. Semua ini dilakukan demi menjaga loyalitas dan kepuasan penumpang di setiap perjalanan.
Selain itu, KAI Commuter juga aktif dalam program-program yang mendukung keberlanjutan lingkungan, termasuk pengurangan emisi karbon dan peningkatan efisiensi energi. Ini sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan untuk menjadi pilihan utama transportasi di Indonesia.

