Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, baru-baru ini bertemu dengan Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI), Hery Gunardi. Pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama antara pemerintah dan perbankan dalam memberikan akses pembiayaan rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Maruarar mengapresiasi BRI atas kontribusinya yang signifikan dalam menyalurkan kredit rumah subsidi, yang menunjukkan peningkatan dalam dua tahun terakhir. “Kenaikan kontribusi BRI pada rumah subsidi mencapai 100 persen,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Data mencatat, pada tahun 2024, BRI telah membiayai sekitar 16.000 unit rumah, yang meningkat menjadi 32.000 unit pada tahun 2025. Ini merupakan lonjakan terbesar yang membuktikan dedikasi BRI terhadap masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk para petani, nelayan, dan pekerja lainnya.
Maruarar menekankan pentingnya program ini untuk memastikan semua orang, terlepas dari latar belakang ekonomi mereka, dapat memiliki tempat tinggal yang layak. Keseriusan tersebut terlihat dari upaya kementerian untuk terus berkolaborasi dengan perbankan dalam menjalankan program ini.
Skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan yang Efektif
Pada kesempatan yang sama, Maruarar juga memberikan penghargaan kepada BP Tapera, yang dipimpin oleh Heru Pudyo Nugroho, atas keberhasilan dalam program pembiayaan rumah subsidi melalui skema FLPP. Skema ini terbukti sangat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan akses perumahan.
Sejarah mencatat bahwa pencapaian tertinggi dalam pembiayaan rumah subsidi melalui FLPP terjadi pada tahun 2023 dengan total 229.000 unit. Namun, tahun 2025 mencetak rekor baru dengan jumlah 279.000 unit, meningkat drastis dalam satu tahun.
Pemerintah menargetkan pada tahun 2026, penyaluran FLPP akan mencapai 60.000 unit. Target ini menegaskan bahwa minat masyarakat terhadap rumah subsidi masih sangat kuat dan terus bertumbuh.
Maruarar menambahkan bahwa kerja sama antara kementerian dan BRI akan diperkuat melalui pertemuan lanjutan dengan berbagai lembaga terkait. Upaya ini bertujuan untuk menciptakan kolaborasi yang lebih solid dalam program perumahan rakyat.
Mendorong Kerjasama Antarlembaga untuk Meningkatkan Akses Perumahan
Pertemuan yang dijadwalkan ke depan akan melibatkan pihak-pihak seperti PNM Mekar, SMF, dan Tapera. Semua lembaga tersebut akan berkolaborasi dalam menggelar berbagai kegiatan untuk mendukung penyediaan rumah bagi masyarakat.
Maruarar menekankan pentingnya keberlanjutan program ini, sehingga dampaknya dapat dirasakan secara luas. “Kami bertujuan untuk menggabungkan beberapa kegiatan besar, seperti KUR Perumahan dan BSPS,” jelasnya.
Di sisi lain, Hery Gunardi menegaskan komitmen BRI dalam mendukung pembiayaan rumah subsidi. “Sebagai bank rakyat, BRI akan selalu siap untuk melayani masyarakat berpenghasilan rendah,” ujarnya, menegaskan peran penting BRI dalam masyarakat.
Dukungan BRI terhadap program ini diharapkan dapat memperkuat daya beli masyarakat, sehingga lebih banyak keluarga bisa mendapatkan akses ke rumah yang mereka butuhkan. Hal ini penting agar angka kepemilikan rumah di Indonesia meningkat.
Peran Penting Pembiayaan dalam Menyukseskan Program Perumahan
Dari berbagai diskusi yang berlangsung, dapat disimpulkan bahwa pembiayaan merupakan faktor kunci yang menentukan kesuksesan program perumahan di Indonesia. Tanpa adanya dukungan finansial yang memadai, masyarakat berpenghasilan rendah akan kesulitan untuk memiliki rumah.
Kolaborasi antara pemerintah dan perbankan menjadi langkah strategis dalam mengatasi kebutuhan perumahan. Melalui sinergi ini, diharapkan lebih banyak akses finansial dapat disediakan untuk penyaluran rumah subsidi.
Maruarar percaya bahwa dengan peningkatan kerja sama ini, akan ada banyak kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan rumah yang lebih layak. Oleh karena itu, program ini akan terus didorong agar tetap berjalan secara berkelanjutan.
Posisi Indonesia dalam sektor perumahan sangat penting, sehingga segala usaha untuk meningkatkan aksesibilitas rumah harus diperkuat. Inisiatif-inisiatif baru dan inovatif akan terus dicari untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan.

