Isu perubahan iklim semakin mendesak untuk diperhatikan, terutama di negara-negara yang bergantung pada sektor pertanian. Salah satu fenomena yang diperhatikan adalah El Nino, yang dapat berdampak signifikan terhadap produksi pangan, khususnya beras, di Indonesia.
Andreas Santosa, seorang peneliti terkemuka dari CORE Indonesia, memperingatkan bahwa pemerintah harus bersiap menghadapi potensi dampak dari fenomena ini. Dalam sebuah forum diskusi yang diadakan baru-baru ini, ia menjelaskan bagaimana El Nino bisa menyebabkan penurunan hasil panen yang drastis.
Dalam konteks ini, pemahaman sejarah cuaca dan produksi pangan menjadi krusial. Andreas menunjukkan bahwa selama 30 tahun terakhir, data menunjukkan bahwa saat La Nina terjadi, hasil panen beras cenderung meningkat, sebaliknya saat El Nino, penurunan produksi terjadi dengan signifikan.
Pentingnya Menyikapi Fenomena El Nino untuk Perlindungan Pangan
El Nino diprediksi akan mempengaruhi Indonesia mulai pertengahan tahun 2026 hingga 2027. Menurut Andreas, durasi fenomena ini bisa berlangsung selama satu tahun, dengan pengaruh yang sudah mulai terasa dari bulan Juni hingga Juli.
Para ilmuwan di berbagai lembaga internasional mengkonfirmasi bahwa dampak El Nino diperkirakan akan cukup signifikan. Bahkan, produksi beras dapat berkurang hingga 5 persen akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung.
Oleh karena itu, tindakan preventif harus menjadi prioritas bagi pemerintah Indonesia. Pengembangan kebijakan berbasis data yang akurat akan sangat penting untuk mencegah krisis pangan yang lebih luas.
Strategi Mitigasi dan Penanganan yang Diperlukan
Andreas menekankan pentingnya perbaikan dalam tata kelola pangan untuk mengurangi dampak negatif dari El Nino. Pemerintah perlu menyiapkan kebijakan yang mencerminkan kenyataan di lapangan serta data produksi yang tepat.
Salah satu langkah penting yang disarankan adalah pemantauan informasi cuaca yang akurat. Andreas menekankan adanya perbedaan signifikan antara informasi yang disajikan oleh BMKG dan lembaga internasional tentang kondisi iklim saat ini.
Penting untuk memiliki sumber yang terpercaya agar keputusan yang diambil dapat lebih tepat. Banyak masyarakat mengandalkan informasi dari BMKG, tetapi ia menemukan peringatan internasional yang lebih tepat terkait dengan prediiksi El Nino.
Memperkuat Infrastruktur untuk Menghadapi Krisis Pangan
Pembangunan infrastruktur air adalah langkah krusial lain yang harus diambil. Kesiapan infrastruktur untuk distribusi air akan menjadi salah satu prioritas utama dalam menghadapi krisis pangan mendatang.
Penyediaan pompa air dan pembangunan sumur dalam sangat diperlukan, terutama di daerah yang jauh dari sumber air. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dampak El Nino dapat diminimalisir.
Investasi dalam sistem irigasi yang baik akan menjadi vital, mengingat bahwa sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Jika pengelolaan air dapat dilakukan dengan baik, diharapkan hasil panen dapat terselamatkan meski dalam kondisi cuaca yang ekstrem.

