Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia, Alphonzus Widjaja, mengumumkan bahwa Indonesia Shopping Festival 2026 (ISF 2026) akan berlangsung dari 7 hingga 23 Agustus 2026. Acara ini merupakan kolaborasi dari beberapa asosiasi, termasuk Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (APRINDO), dan Himpunan Retail dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPINDO).
Alphonzus menjelaskan bahwa kegiatan ini telah mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta program BINA, yang masuk dalam agenda pemerintah untuk meningkatkan perekonomian nasional. ISF 2026 juga akan berlangsung bersamaan dengan libur panjang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus, sehingga diharapkan dapat menarik pengunjung yang lebih banyak.
Selama konferensi pers, Alphonzus menyoroti pentingnya dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pariwisata. Dia menyebutkan bahwa sinergi antar lembaga dan asosiasi sangatlah penting untuk memastikan kesuksesan acara ini.
Peran Penting Asosiasi Dalam Gelaran Acara Besar
Banyak pihak yang berperan dalam penyelenggaraan ISF 2026, tidak hanya asosiasi pengelola pusat perbelanjaan, tetapi juga kementerian yang berkaitan. Dukungan dari Kementerian Pariwisata, misalnya, akan sangat membantu dalam mempromosikan acara ini kepada masyarakat, terutama para wisatawan.
Alphonzus menegaskan bahwa acara ini juga akan menggandeng Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) sebagai bagian dari upaya untuk mengangkat sektor wisata belanja. Keselarasan antara industri pariwisata dan retail diharapkan akan memberikan dampak positif bagi kedua sektor ini.
Acara ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap brand lokal dan memperkuat citra kawasan perbelanjaan di Indonesia. Dengan adanya program-program menarik, diharapkan minat masyarakat untuk berbelanja dapat terangsang.
Strategi Meningkatkan Partisipasi Masyarakat
Menariknya, untuk mendukung antusiasme masyarakat, panitia ISF 2026 akan memberikan berbagai hadiah menarik bagi pengunjung. Menurut Alphonzus, tambahan hadiah ini diharapkan dapat memicu minat berbelanja masyarakat, terutama saat libur panjang tersebut.
Hadiah utama berupa mobil listrik juga menjadi daya tarik. Ini tidak hanya bermanfaat bagi pemenang, tetapi juga sebagai upaya untuk menumbuhkan kesadaran akan kendaraan ramah lingkungan di masyarakat.
Dengan adanya insentif semacam ini, panitia berharap masyarakat akan lebih terdorong untuk berpartisipasi dalam acara tersebut dan berkontribusi terhadap pemulihan perekonomian nasional yang tertekan akibat pandemi.
Target Pendapatan yang Ambisius dari ISF 2026
Alphonzus menyatakan bahwa target pendapatan untuk acara ini adalah sebesar Rp 38 triliun. Ini merupakan angka yang ambisius namun sangat mungkin tercapai jika semua pihak bersinergi dengan baik. Peningkatan konsumsi masyarakat diharapkan menjadi salah satu kunci untuk mencapai target tersebut.
Dia mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang diharapkan tidak boleh kurang dari 5 persen agar kondisi perekonomian tetap stabil. Maka, peningkatan belanja masyarakat dan keberhasilan acara ISF 2026 akan berkontribusi signifikan dalam mencapai target ini.
Secara keseluruhan, gelaran ISF 2026 tidak hanya sekadar festival belanja, tetapi juga merupakan momentum untuk revitalisasi sektor ekonomi yang terdampak. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan asosiasi terkait, diharapkan acara ini dapat memberikan manfaat jangka panjang untuk perekonomian lokal.
