Dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) 2026, Presiden Prabowo Subianto menghadirkan visi baru untuk Indonesia yang berfokus pada stabilitas, keadilan hukum, dan pembangunan manusia. Hal ini dinilai penting untuk mengarahkan pertumbuhan ekonomi nasional ke arah yang lebih baik di tengah tantangan global yang kompleks.
Pengamat ekonomi, Achmad Tjachja Nugraha, mengamati bahwa penekanan Prabowo pada perdamaian dan stabilitas sebagai prasyarat kemakmuran menunjukkan kedalaman pemahaman geopolitik yang diperlukan dalam kondisi saat ini. Dalam konteks yang penuh dengan ketidakpastian, pesan yang diusung Indonesia menjadi semakin relevan dan kredibel.
Menurutnya, predikat Indonesia sebagai ‘global bright spot’ bukan sekadar jargon tanpa makna. Hal ini didasarkan pada indikator makroekonomi yang kuat, seperti pertumbuhan ekonomi yang stabil dan inflasi yang terkendali, yang mencerminkan fondasi yang kokoh bagi masa depan bangsa.
Pentingnya Stabilitas dan Keadilan Hukum dalam Pertumbuhan Ekonomi
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pengakuan internasional bukanlah hasil dari sekadar optimism, tetapi harus didasarkan pada bukti nyata. Hal ini menjadi kunci untuk membangun kepercayaan jangka panjang dengan mitra internasional.
Dalam situasi ekonomi global yang tidak menentu, stabilitas dan keadilan hukum menjadi sangat penting. Dengan mengedepankan prinsip-prinsip tersebut, Indonesia berusaha menyediakan iklim investasi yang menarik bagi para investor asing.
Achmad juga melihat pembentukan Danantara Indonesia sebagai strategi yang sangat tepat. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan negara dalam mengelola modal nasional secara lebih efektif dan terkoordinasi.
Tantangan dan Potensi dalam Pengelolaan Danantara Indonesia
Namun, Achmad mengingatkan bahwa keberhasilan Danantara tidak hanya ditentukan oleh besarnya aset yang dikelola. Keberhasilan tersebut lebih dipengaruhi oleh integritas dalam tata kelola, transparansi, serta adanya pengawasan publik yang ketat.
Prinsip good governance, menurut Achmad, adalah hal yang tidak bisa ditawar-tawar. Jika prinsip tersebut tetap dijaga, Danantara memiliki potensi untuk menjadi instrumen kedaulatan ekonomi yang kuat, melebihi sekadar lembaga investasi biasa.
Dalam pidato tersebut, Presiden juga menunjukkan keberanian dalam membahas isu penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di forum internasional. Ini adalah langkah yang tidak hanya menunjukkan komitmen, tetapi juga memberikan sinyal positif kepada dunia tentang kebijakan transparan yang sedang dijalankan Indonesia.
Menarik Perhatian Internasional Melalui Agenda Pembangunan
Dengan berfokus pada pembangunan manusia dan keadilan hukum, Indonesia menunjukkan bahwa ia siap menjadi pemimpin dalam menciptakan dampak positif. Hal ini diharapkan dapat menarik perhatian internasional dan memperkuat posisi Indonesia di panggung global.
Dalam pandangan Achmad, langkah ini juga membuka banyak peluang kerja sama internasional yang saling menguntungkan. Kolaborasi dengan negara lain dalam berbagai bidang seperti ekonomi dan teknologi menjadi sangat penting untuk kemajuan bersama.
Penting juga untuk diperhatikan bahwa visi dan misi yang jelas dari pemerintah harus diiringi dengan tindakan nyata. Hanya dengan begitu, Indonesia dapat benar-benar menjadi titik terang di tengah ketidakpastian global yang mengancam banyak negara saat ini.

