Harga perak batangan mengalami lonjakan yang signifikan, mencetak rekor baru yang mencerminkan tren positif di pasar global. Pada 23 Januari 2026, harga perak dari salah satu produsen terkemuka mencapai Rp3.050 per gram, menandai titik crucial dalam pergerakan nilai logam mulia ini.
Fenomena ini menjadi pembicaraan banyak orang, khususnya para pelaku investasi. Lonjakan harga tersebut tidak hanya menggugah minat pembeli, tetapi juga menciptakan dinamika tersendiri di pasar.
Peningkatan Harga Perak yang Menarik Perhatian Investor
Pada 24 Januari 2026, harga perak bahkan melonjak lagi sebesar Rp3.650, hingga mencapai Rp64.250 per gram. Ini berarti harga telah melampaui level psikologis Rp60.000, menjadi perhatian banyak investor di dalam dan luar negeri.
Tren ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk permintaan global yang terus meningkat akan perak. Investor kini lebih cermat dalam melihat peluang dari fluktuasi harga perak yang dapat memberikan imbal hasil yang menjanjikan.
Beberapa hari berikutnya, harga perak Antam menunjukkan stabilitas di level tertinggi, menandakan bahwa tren positif ini mungkin akan berlanjut. Hal ini juga memberi sinyal bagi para investor untuk tidak melewatkan kesempatan berinvestasi di logam mulia ini.
Rincian Harga Perak Yang Perlu Diketahui Pembeli
Rentang harga yang berlaku untuk berbagai jenis produk perak sangat bervariasi. Contoh spesifik menunjukkan bahwa harga perak Antam murni berbobot 500 gram dipatok sebesar Rp32.125.000, belum termasuk PPN 11% yang perlu diperhatikan setiap pembeli.
Harga perak Antam Heritage dengan berat 31,1 gram berada di angka Rp2.546.025, sedangkan perak berbobot 186,6 gram mencapai Rp14.154.346. Hal ini menunjukkan bahwa setiap jenis produk memiliki nilai yang menggambarkan kualitas dan murni perak tersebut.
Sementara itu, untuk perak murni dengan berat 5 gram dan 10 gram, harganya masing-masing diperkirakan sekitar Rp477.500 dan Rp852.500. Perak dengan berat 1 Kg juga memiliki kisaran harga yang bervariasi, antara Rp42.440.800 hingga Rp69.999.000.
Perhatian Khusus Terhadap Pajak dan Biaya Terkait
Pembeli perlu mempertimbangkan faktor penting, yaitu pajak pertambahan nilai (PPN) saat melihat harga perak. Sebagaimana yang telah disebutkan, PPN 11% dapat memengaruhi total biaya investasi yang harus dikeluarkan.
Dengan mengabaikan biaya tambahan ini, pembeli dapat terjebak dalam anggapan bahwa investasi yang mereka lakukan lebih terjangkau daripada sebenarnya. Oleh karena itu, penting untuk melakukan perhitungan cermat sebelum melakukan pembelian.
Volatilitas harga perak juga patut dicatat, karena perubahan harga dapat terjadi dalam waktu singkat. Pembeli yang cerdas akan memantau tren ini sehingga mereka dapat mengambil keputusan yang tepat terkait waktu pembelian.

