Pasca bencana terbaru, PT Pertamina (Persero) memastikan bahwa distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG tetap aman dan berangsur kembali normal di wilayah Sumatera Utara. Sejak awal terjadinya bencana, Pertamina telah melakukan langkah cepat untuk menjaga pasokan energi agar warga dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari tanpa kendala signifikan.
Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menjelaskan bahwa di wilayah Aceh terdapat 156 SPBU, dengan 28 di antaranya sempat terdampak oleh gangguan akses. Namun, saat ini sekitar 97 persen dari SPBU tersebut, atau sebanyak 151 SPBU, telah berhasil beroperasi kembali.
Lebih lanjut, Arya menegaskan, “Alhamdulillah, saat ini operasional sudah mendekati 100 persen. Stok BBM dan LPG dalam kondisi aman,” katanya di BNPB pada Jumat, 9 Januari 2026.
Di Sumatera Utara, dari total 406 SPBU yang ada, 63 SPBU mengalami dampak akibat bencana, sementara 84 dari 383 agen LPG juga terdampak. Namun, dari 46 SPBE, hanya 5 yang terganggu, dan semua telah kembali beroperasi normal.
Di wilayah Sumatera Barat, tidak ada gangguan distribusi energi. Seluruh 147 SPBU, 172 agen LPG, dan 14 SPBE beroperasi penuh sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan pasokan energi.
Keberhasilan Penanganan Dampak Bencana Energi oleh Pertamina
Pertamina menunjukkan komitmennya dalam menangani dampak bencana dengan sangat baik. Dengan langkah-langkah cepat dan terukur, perusahaan memastikan bahwa kebutuhan bahan bakar tidak terhambat. Dalam situasi krisis, respons cepat adalah hal yang sangat dibutuhkan untuk mengurangi dampak pada masyarakat.
Evaluasi yang cermat dilakukan agar pasokan energi dapat segera dipulihkan. Tim Pertamina mengerahkan sumber daya yang ada untuk menjamin agar distribusi BBM dan LPG berjalan lancar. Langkah ini penting untuk menjaga kestabilan serta kenyamanan pengguna energi di tengah kondisi sulit.
Secara keseluruhan, Pertamina telah memiliki pengalaman dalam menghadapi berbagai situasi darurat sebelumnya. Hal ini memungkinkan mereka untuk melakukan tindakan yang lebih terencana dan efektif dalam merespons bencana yang terjadi. Pengalaman tersebut tentunya menjadi aset berharga dalam manajemen risiko perusahaan.
Dalam rangka meningkatkan pelayanan, Pertamina juga melakukan komunikasi secara intensif dengan para agen dan SPBU. Mereka mendapatkan informasi terbaru dan panduan tentang bagaimana mengatasi situasi yang ada. Ini menciptakan konektivitas yang diharapkan dapat mempercepat pemulihan operasional.
Strategi Pertamina dalam Memastikan Ketersediaan Energi
Dalam rangka memastikan ketersediaan energi, Pertamina telah mengembangkan strategi distribusi yang efisien. Strategi ini tidak hanya mempertimbangkan kondisi darurat tetapi juga penggunaan teknologi untuk memperbaiki proses logistik. Penggunaan sistem informasi yang baik membuat pemantauan distribusi berjalan lebih lancar.
Penggunaan teknologi dalam pengelolaan rantai pasok memberikan dampak yang signifikan. Pertamina dapat mengoptimalkan rute distribusi dan meminimalisir waktu yang dibutuhkan untuk mengantarkan energi ke lokasi yang membutuhkan. Sistem ini penting agar pasokan dapat dibandingkan dengan permintaan secara tepat waktu.
Penyediaan cadangan energi juga menjadi fokus utama. Dengan memiliki stok yang cukup, Pertamina dapat menjamin bahwa pasokan tetap ada meskipun terjadi gangguan dalam distribusi. Hal ini memberikan ketenangan kepada masyarakat bahwa kebutuhan akan energi dapat terpenuhi kapan saja.
Kemitraan dengan pihak-pihak lain juga diperkuat untuk memperluas jaringan distribusi. Dengan kolaborasi yang baik antara Pertamina dan para agen, pasokan energi dapat lebih dijangkau oleh masyarakat. Hal ini adalah langkah penting dalam meningkatkan pelayanan kepada konsumen.
Tantangan di Masa Depan dan Solusi yang Diterapkan
Meskipun Pertamina telah menunjukkan performa terbaiknya dalam penanganan bencana, tantangan tetap ada di depan. Perubahan iklim dan bencana alam yang semakin sering terjadi memaksa perusahaan untuk lebih siap. Oleh karena itu, inovasi dalam strategi penanganan masalah harus terus dilakukan.
Pengembangan sumber energi alternatif menjadi salah satu solusi potensial. Dengan mengeksplorasi sumber energi terbarukan, seperti energi surya atau angin, Pertamina dapat membantu mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil. Hal ini tidak hanya berkelanjutan tetapi juga aman untuk lingkungan.
Selain itu, pelatihan dan pendidikan untuk karyawan dan mitra bisnis juga sangat penting. Dengan meningkatkan pengetahuan tentang risiko dan manajemen bencana, mereka akan lebih siap menghadapi situasi yang tidak terduga. Pendidikan yang baik dapat membuat respon kepada bencana menjadi lebih efektif.
Pertamina juga berkomitmen untuk menjalin komunikasi yang lebih baik dengan masyarakat. Melalui informasi yang jelas dan transparan, masyarakat diajak untuk lebih memahami langkah-langkah yang diambil. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan dan kolaborasi antara Pertamina dan komunitas lokal.

