Netwalkersuite.org
No Result
View All Result
Saturday, October 3, 2026
  • Login
  • Bisnis & Properti
Subscribe
Netwalkersuite.org
  • Bisnis & Properti
No Result
View All Result
Netwalkersuite.org
No Result
View All Result
Home Bisnis & Properti

Genjot Ekspor, Usulan Reformasi Fiskal EBT dari Geo Dipa

by walker88Host
October 2, 2026
in Bisnis & Properti
0
Genjot Ekspor, Usulan Reformasi Fiskal EBT dari Geo Dipa
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PT Geo Dipa Energi (Persero) telah mengambil langkah strategis untuk mendukung reformasi fiskal dalam sektor energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Langkah ini bertujuan agar listrik hijau lebih bersaing di pasar dan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi serta daya saing ekspor Indonesia.

Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero), Yudistian Yunis, mengungkapkan perlunya perubahan paradigma pemerintah dalam mengelola EBT. Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya bertujuan memenuhi komitmen pada net zero emission, tetapi juga harus menjadi alat untuk mendorong pengembangan industri ramah lingkungan.

Yudistian menekankan bahwa potensi EBT di Indonesia seharusnya dimanfaatkan untuk memicu pertumbuhan ekonomi. Hal ini akan memberikan keuntungan bagi semua pihak, baik dalam konteks global maupun domestik.

Strategi Peningkatan Daya Saing Energi Hijau di Indonesia

Kebutuhan listrik hijau diperkirakan akan meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini terutama didorong oleh perkembangan sektor smelter, hilirisasi mineral, kendaraan listrik, dan teknologi kecerdasan buatan.

Proyeksi menunjukkan bahwa kebutuhan listrik hijau untuk sektor industri dapat mencapai sekitar 140 TWh pada tahun 2034. Jumlah ini setara dengan 70% dari total produksi EBT nasional, yang diperkirakan mencapai 199,4 TWh.

Permintaan terhadap listrik hijau juga diperkirakan akan meningkat antara 3,5 hingga 6,3 kali lipat dalam rentang waktu 2026 hingga 2034. Standar ESG yang semakin ketat dan tuntutan pasar ekspor menjadi faktor utama yang memengaruhi kondisi ini.

Rintangan dalam Proyek Energi Baru Terbarukan

Meskipun ada potensi besar, proyek EBT masih menghadapi tantangan berupa beban fiskal yang tinggi. Beberapa faktor yang membuat tarif listrik menjadi kurang kompetitif termasuk biaya investasi yang melonjak.

Beban fiskal untuk proyek energi terbarukan pun bervariasi, di mana khususnya panas bumi berkisar antara 32 hingga 42%. Untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA), angkanya sekitar 15 hingga 25%, sedangkan untuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan tenaga bayu (PLTB) berkisar antara 8 hingga 15%.

Faktor-faktor ini meliputi PNBP, PBB, pajak air permukaan, dan retribusi daerah, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat membebani pengembang energi hijau.

Solusi untuk Meningkatkan Daya Tarik Investasi EBT

Yudistian mengusulkan agar pengelolaan beban fiskal dalam proyek energi bisa lebih efisien. Dengan pendekatan yang cermat, harapannya dapat meningkatkan produktivitas dalam industri dan sektor barang lainnya.

Jika beban fiskal untuk penyedia energi dapat dikelola dengan baik, itu akan menciptakan kondisi yang lebih baik bagi produksi barang dan industri. Ini menjadi penting untuk meningkatkan net fiskal secara keseluruhan.

Strategi ini diharapkan dapat menstimulasi lebih banyak investasi di sektor energi terbarukan, yang pada gilirannya akan memberikan dampak positif pada sektor lainnya.

Secara keseluruhan, reformasi yang direncanakan dalam sektor EBT memerlukan kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan investor. Dengan demikian, sistem yang terintegrasi dapat tercipta untuk mendukung pertumbuhan energi hijau yang lebih berkelanjutan. Tindakan ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global, serta menciptakan industri hijau yang berkelanjutan di dalam negeri.

Tags: dariDipaEBTEksporFiskalGenjotGeoReformasiUsulan

Berita Terbaru

  • Genjot Ekspor, Usulan Reformasi Fiskal EBT dari Geo Dipa
  • Harga Perak Antam 1 Oktober 2026 Menurun Sebesar Rp 700
  • Pelaku Usaha Wajib Cantumkan Label Warna untuk Gula Garam dan Lemak
  • Harga Perak Hari Ini Turun Rp 1.800
  • David Beckham Raih Keuntungan, Dividen Bisnis Capai Rp 913,62 Miliar

© 2026 netwalkersuite.org. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Bisnis & Properti

© 2026 netwalkersuite.org. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
phishing scamming